Minggu, 20 Maret 2011

RIWAYAT HIDUP'KU




Riwayat hidup’ku.

           

            Aku adalah seorang wanita yang dilahirkan delapan belas tahun yang lalu di kota Bekasi. Jika ingin lebih mengenal aku. Ayoo…baca data diriku ini selengkapnya. Nama lengkapku Erny Agistiyar Priyatni  biasa di panggil Erny. Aku keluar dari perut ibuku yang sangat sempit dan menyesakkan itu pada tanggal 16 Agustus 1992 (jika ibuku mau menahan sehari saja mungkin aku di lahirkan tepat dengan dirayakannya hari kemerdekaan, tapi bagaimana bisa melahirkan itu di tahan-tahan hahaha… (sekedar intermezo)). Karena aku di lahirkan di bulan Agustus sehingga aku berbintang LEO ( singa dalam bahasa Indonesia ), menurut teman-teman dan orang tuaku aku mempunyai watak yang keras kepala, egois dan sedikit kekanak-kanakan (aku akui itu kadang-kadang). Tapi menurutku semua orang punya keegoisannya masing-masing untuk mempertahankan prinsipnya. Dari kacamataku sendiri aku menilai pribadiku seorang yang cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitar, sedikit tempramen, setia terhadap teman dan penyayang.
          Sekarang beralih ke keluargaku, Aku mempunyai keluarga kecil yang terdiri dari Ayah,Ibu dan aku sendiri. Tidak memiliki kakak dan adik bukan berarti aku anak manja dan tergantung pada kedua orang tua. Ayah dan ibuku mendidik aku dari kecil agar mandiri dan bertanggung jawab pada diriku sendiri. Jika di tanya bagaimana pendapatku tentang sosok Ayah?. ’’Beliau itu luar biasa sangat hebat dan patut untuk di contoh Pria-Pria jaman sekarang ,karena menurut penilaian ku Pria-pria sekarang banyak yang mempermainkan wanita’’. Beliau sangat sayang keluarga dan Pria yang sangat bertanggung jawab pada keluarga. Ayahku bekerja di salah satu perusahaan swasta di daerah Jakarta .
          Selanjutnya Ibu, bagiku Ibu adalah doa di setiap nafasku bukan bermaksud LEBAY (berlebihan), tapi memang begitu kenyataannya. Aku lebih baik kehilangan seluruh harta bendaku dari pada kehilangan sosok wanita yang melahirkanku itu. Walaupun Ibuku seorang guru di salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri di kota Bekasi, dekat tempat tinggalku beliau tidak pernah melupakan tugas utamanya sebagai seorang Ibu rumah tangga. Ibuku itu berwatak agak keras dan keras kepala mungkin karna itu aku juga mempunyai sifat yang sama seperti beliau karena pepatah mengatakan ”BUAH JATUH TIDAK KAN JAUH DARI POHONYA’’. Hal itu menyebabkan aku dan beliau sering sekali cek-cok karena pikiran kami tidak sejalan.
          Sahabat-sahabatku adalah teman-teman SMPku (SMP 21 NEGERI BEKASI), bahkan kami sampai sekarang masih sering kumpul-kumpul untuk sekedar ngobrol-ngobrol dan melepas kangen kami. Kami menamakan diri kami Raqilanmae (Rakyat Gokil Sembilan Lima), itu adalah sebutan untuk nama kelas kami pada kelas Sembilan. Luvita, Tari, Tiara, Noly, Cipty, Vina, Suci, Yassa, Yogi, Kiki, Andri, Ferdy  dan masih banyak lagi yang tidak mungkin aku sebutkan satu persatu sahaba dan mereka adalah sahabat-sahabat terbaiku. Di SMP dulu aku masuk di salah satu Organisasi di bidang kemanusiaan, di organisasi itu aku termasuk anggota yang berprestasi karena berhasil menyumbang beberapa piala. Ada sedikit rasa penyesalan masuk ke Organisasi tersebut karena di dalamnya banyak orang-orang munafik dan busuk. Mereka semua bermuka dua baik di depan kita tapi di belakang kita mereka menjatuhkan dengan cara apapun.
          Salah satu sahabatku yang dulu sekelas denganku dan satu organisasi dengankupun berlaku melakukan hal yang sangat buruk terhadapku Aku mempunyai beberapa prinsip dalam hal percintaan, salah satunya aku tidak akan jatuh cinta pada mantan pacar sahabat ataupun teman apa lagi sampai berpacaran.
          Mereka tega mencaci maki aku di salah satu situs jejaring sosial, Aku tidak sakit hati sama sekali ketika mantanku dan sahabatku itu jadian, karena bertentangan dengan prinsipku di atas,tapi yang membuat aku sangat sakit hati mereka menyebut aku “Cewek Munafik’’. Mereka perlu tahu sedikitpun aku tidak punya perasaan apapun lagi pada mantanku.Bahkan aku akan sangat senang jika mereka jadi. Aku sangat benci mereka,sampai saat ini dan untuk selamanya. Semoga mereka hidup bahagia di atas penghinaan mereka terhadap aku. Aku yakin kebahagiaan mereka itu tidak akan kekal dan aku akan buat mereka menyesali semua perkataan mereka karena aku akan jadi seorang yang berhasil dan sukses, hal itu aku anggap sebagai pelajaran untuk lebih hati-hati mengenal lebih dekat seseorang dan cabukkan agar aku menjadi orang sukses.
          Mari kita beralih untuk membahas yang lain. Orang bilang “masa-masa SMA adalah masa-masa yang paling indah”. Mungkin sebagian benar dan sebagian lagi salah. Aku sangat bersyukur dapat masuk ke salah satu SMA unggulan di kota Bekasi (SMA 4 NEGERI BEKASI). Mimpi apa aku saat itu karena bisa masuk ke sekolah unggulan karena cukup sulit menurut teman-teman dan guru-guruku untuk masuk ke sekolah tersebut. Teman-temanku yang pintar saja tidak masuk, aku anak yang biasa-biasa saja masuk dapat masuk ke sekolah tersebut.
Aku sangat bersyukur pada waktu itu karena jika tidak masuk ke SMA NEGERI mamaku akan memasukan aku ke pesantren, bagiku itu lebih dari sekedar penjara yang menghilangkan semua masa-masa remaja yang indah.
          Aku sangat ingat dengan kata-kata guru Matematikaku waktu di SMP kelas 8 (setara dengan kelas 2 SMP). “Kalian tidak akan bisa masuk situ karena kalian itu bodoh dan hanya orang-orang pintar dan IQ di atas rata-rata yang dapat masuk ke sana”. Aku kecewa sangat kecewa ketika guru orang yang berpendidikan dan bertugas untuk mendidik berkata hal itu ke aku dan teman-temanku. Seharusnya beliau menyemangati kami bukan malah mencaci-maki dan berkata hal-hal yang membuat mental kami ciut.
          Salah satu kelebihanku mungkin adalah mempunyai mental yang kuat dan pendirian yang kuat sekuat baja.Pada saat itu aku berkata di dalam hati “Aku akan masuk ke sekolah itu dan aku akan buat guruku menarik kembali kata-kata beliau yang menyebut kami anak bodoh”.
Dengan belajar yang keras aku bisa membuktikan pada guruku tersebut.Akhirnya aku bisa tertawa keras. ’’Hahahaha…liat ini Pak, anak yang Bapak bilang bodoh dan tidak mampu masuk sekolah unggulan bisa diterima”.
          Terima kasih kata-kata bapak yang telah menjadi cambukkan untuk saya bisa maju dan menyadarkan saya akan satu hal “TIDAK ADA HAL DI DUNIA INI YANG TIDAK BISA KITA DAPATKAN JIKA KITA MAU BERUSAHA KERAS DAN BERDOA”.Kembali kemasa-masa SMA.Cita-citaku ingin menjadi seorang pengacara sejak TK.Hal tersebut menyebabkan aku ingin masuk jurusan IPS. Orang tuaku menentang aku untuk masuk ke jurusan IPS,karena anggapan orang-orang  anak-anak IPS adalah anak-anak buangan yang tidak mampu masuk IPA, sekumpulan anak-anak nakal dan bodoh yang hanya menjadi sampah di sekolah. Mereka hanya kerjanya bolos sekolah ( cabut-cabutan bahasa gaulnya) dan bikin onar (masalah ) di sekolah.
          Aku ingin mereka tahu bahwa IPS itu jauh lebih sulit dari IPA. IPA itu hanya hitung menghitung, sedangkan IPS membutuhkan keterampilan dan otak cemerlang yang harus mampu menghapal pelajaran, karena keseluruhan pelajaranya adalah hafalan.menghafal jauh lebih sulit dari menghitung .Maka anggapan anak IPS adalah anak buangan dari IPA adalah salah,justru anak-anak IPA’lah yang tidak mampu masuk IPS (benar atau salahnya silahkan anda nilai sendiri). Aku berhasil menunjukan pada orang tuaku bahwa aku mampu berprestasi di IPS dengan nilai-nilaiku yang sangat memuaskan. Aku juga terbilang anak yang jail dan usil Ada banyak hal yang membuat aku akan selalu mengenang masa-masa SMAku.
          Mungkin aku hanya akan menceritakan kenakalan-kenakalanku di kelas 12 (setara dengan kelas 3 SMA). Setiap pagi aku berangkat dengan sahabatku Septy, aku sekelas dengan dia. Aku berangkat kesekolah mengunakan motorku.Terkadang kami berangkat ke sekolah berkejar-kejaran dengan waktu, bahkan tidak jarang kami sengaja memperlamba laju motor kami agar telat sampai di sekolah. Pukul 6.45 WIB gerbang sekolah kami di tutup dan yang terlambat akan di suruh pulang tidak diijinkan masuk. Kami lumayan sering terlambat sekolah. Jika kami terlambat lantas kami tidak pulang ke rumah melaikan main ke rental komik, ika mamaku tahu aku terlambat mungkin aku akan dibunuh oleh beliau. Hahahaha…
          Selain itu aku sering sekali meninggalkan pelajaran untuk jajan ke kantin, keluar kelas jika tidak ada guru, mencontek (aku lakukan jika ada ulangan mendadak, aku tidak percaya dengan orang yang berkata tidak pernah mencontek seumur hidupnya karena menurutku presiden, dosen maupun guru pasti pernah mencontek walaupun hanya satu kali), aku juga suka bolos les (tambahan pelajaran untuk menuju UN). Aku mempunyai beberapa teman dekat di SMA yang sampai sekarang masih berhubungan denganku salah satunya adalah Nuning. Akhirnya aku berhasil lulus dengan nilai yang sangat memuaskan dengan rata-rata 8 lebih. Tapi ada sedikit penyesalan di dalam hatiku karena aku tidak dapat masuk ke PTN (Perguruan Tinggi Negeri). Saat ini aku menempuh pendidikan S1 jurusan AKUNTANSI di salah satu universitas swasta di daerah Kuningan, Jakarta Selatan.
Tepatnya di ABFI INSTITUTE PERBANAS.
          Hal ini sangat bertolak belakang dengan cita-citaku yang ingin menjadi seorang pengacara. Hingga menambah kekecewaan orang tuaku karena aku mendapatkan nilai yang tidak memuaskan pada semester satu. Aku berjanji pada diriku sendiri aku akan memperbaiki semua kesalahan-kesalahanku pada semester yang lalu dan mulai dengan cita-cita yang baru, mengubur dalam-dalam cita-citaku menjadi seorang pengacara dan menjalani apa yang ada di depanku saat ini.
AKU PASTI BISA!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar